Rabu, 31 Maret 2010

"Saya akan Melaksanakan Sholat di Masjid"









Kisah Nyata yang Menyentuh: "Demi Allah, Saya akan Melaksanakan Sholat di Masjid"

Nabi sallallahu `alayhi wa sallam bersabda," Ada dua nikmat di mana banyak manusia terpedaya di dalamnya, yaitu sehat dan waktu luang. " [Shahih Bukhari, Kitab 81, Bab 1, Hadits No 6.412, hal 1232.]

Ini adalah kisah nyata yang disertai dengan gambar.
Jika Allah memberi Anda hidayah, ini dapat mengubah hidup, cara berpikir, dan tujuan utama dalam hidup Anda.
Ini adalah cerita tentang seseorang dari Bahrain bernama Ibrahim Nasser. Dia telah lumpuh total sejak lahir dan hanya dapat menggerakkan kepala dan jarinya. Bahkan bernapasnya dilakukan dengan alat bantu.

Pemuda ini sangat ingin bertemu syekh Nabeel Al-Awdi. Maka, ayah Ibrahim pun menghubungi syekh lewat telepon untuk mengatur kunjungan ke Ibrahim.

Apakah Anda tahu pertanyaan apa yang membuat Ibrahim menangis?
    
Syekh itu bertanya: Oh Ibrahim .. jika Allah telah memberi kesehatan kepadamu ... apa yang akan kamu lakukan?

Dan dengan demikian Ibrahim menangis tersedu-sedu, dan ia membuat syekh, ayahnya, pamannya dan semua orang di ruangan menangis .. bahkan pria yang memegang kamera pun menangis juga.

Dan jawabannya adalah: "Demi Allah saya akan melaksanakan shalat di masjid dengan sukacita .. Saya akan menggunakan nikmat kesehatan saya dalam segala sesuatu yang akan menyenangkan Allah SWT."

Saudara – saudariku, Allah telah menganugerahi kita dengan kelincahan dan kesehatan.

Tapi kita tidak melaksanakan (mendirikan) ibadah shalat kita di masjid! Dan kita duduk berjam-jam di depan komputer atau TV!

"Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qaf: 37).

Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang benar & menjaga diri kita agar tetap berpendirian teguh.


Sabtu, 20 Maret 2010

Apa Yang Sebenarnya Terjadi Di Al-Aqsa (Palestina) ?

Jika tidak bisa dikatakan gawat, maka Al-Aqsa sekarang berada dalam situasi yang membara. Hamas telah menyerukan kepada negara-negara Arab dan kaum muslim untuk menekan Israel menghentikan serangan ke Masjid Al-Aqsa sekaligus mengakhiri pendudukan tempat-tempat suci. Skenario Israel saat ini adalah Yahudi menduduki seluruh kota Yerusalem dan Al-Quds serta menghancurkan Masjid Al-Aqsa, begitu Fawzi Barhoum, Jurubicara Hamas mengatakan hari Minggu kemarin. Barhoum menambahkan bahwa Israel memulai plot lama ini ketika mengintensifkan kegiatan pemukiman, mengungsikan rakyat Palestina, menghancurkan rumah mereka, membatalkan kartu identitas mereka, meningkatkan serangan terhadap Masjid Al-Aqsa, dan menyebutkan nama-nama jalananYahudi jalanan di kota suci . Baru-baru ini serangan-serangan Israel Quds dilakukan sebagai tujuan dari perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk meyahudikan seluruh Palestina sekarang. Hamas mengatakan bahwa bangsa Arab yang diam, serta plintat-plintutnya Otoritas Palestina telah mendorong Israel meningkatkan serangan terhadap Masjid Al-Aqsa.  Pada hari Minggu, sedikitnya 17 warga Palestina luka-luka dan tujuh lainnya ditahan dalam konfrontasi sengit antara rakyat Palestina yang hanya menggunakan batu, sepatu, dan tangan kosong dengan pasukan Israel bersenjata lengkap, di dalam dan sekitar Masjid Al-Aqsa. Kaum Muslim seharusnya percaya bahwa seringnya serangan-serangan Israel di Masjid Al-Aqsa merupakan bagian dari kampanye yang menargetkan yahudisasi kota suci Yerusalem Al-Quds.

Tentara Israel menangkap dan menahan lima anak Palestina di kota Hebron, Tepi Barat setelah terjadi bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Zionis di kota itu. Bentrokan terjadi saat warga Palestina berunjuk rasa memprotes rencana Israel membangun 1.600 unit rumah baru untuk Yahudi dan memprotes tindakan provokatif Israel yang membangun sebuah sinagog di dekat Masjid Al-Aqsa.
Belum diketahui bagaimana nasib anak-anak Palestina tersebut. Sementara, pesawat-pesawat tempur Israel kembali membombardir Gaza pada Jumat dinihari. Aparat keamanan di Gaza dan sejumlah saksi mata mengatakan bahwa jet-jet tempur Israel menembaki beberapa target di Gaza yang menyebabkan dua warga Gaza luka-luka.
Sementara itu dari dalam negeri dilaporkan, kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sabtu (20/3) siang melakukan aksi solidaritas terhadap Palestina. Dalam aksinya, mereka melakukan longmarch ke Bunderan Hotel Indonesia (HI) menyuarakan pembebasan Palestina dari penjajahan Israel. 
Dalam pesannya, ribuan simpatisan PKS itu mengajak masyarakat mendukung kemerdekaan Palestina dari cengkraman Zionis Israel.
Beberapa orator dari DPP PKS bergantian menggemakan diri untuk menyuarakan pendapatnya soal Palestina. Diantaranya, anggota DPR RI dari Fraksi PKS Yoyoh Yusroh dan Mantan Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid. 
"Ini sebagai bentuk tekanan publik kepada pemerintah Indonesia agar berani menyuarakan pembebasan bagi Palestina dan menyelamatkan Masjid Al Aqsa dari cengkeraman Israel," ucap HidayatNur Wahid, Mantan Ketua MPR RI
Masih kata Hidayat, persoalan Palestina bukan hanya persoalan umat Islam. Tapi sudah menyangkut persoalan bangsa Indonesia, termasuk umat Kristiani. Karena tidak sedikit tanah-tanah dan rumah ibadah umat Kristiani menjadi sasaran serangan tentara Israel.
Dalam kesempatan itu, Mantan Ketua MPR RI ini sempat melontarkan permintaan kepada kalangan Nahdliyin dan Muhammadiyah akan menyelenggarakan muktamar agar memasukkan butir pendudukan masjid Al Aqsa dalam muktamar. 
"NU yang akan Muktamar hendaknya turut memikirkan penolakan terhadap penolakan Masjid Al Aqsa sebagai salah satu butir yang dibicarakan dalam Muktamar. Begitu juga kepada Muhammadiyah, kami mengingatkan agar turut membicarakan dukungan kepada Mesjid Al Aqsa," tuturnya.

Sumber : Hidayatullah.com
             Eramuslim.com



Rabu, 10 Maret 2010

SUBHANALLAH, ADA SUNGAI DI DALAM LAUT


Maha Suci Allah yang Maha Menciptakan
Sungai dalam Laut
"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? ” (QS Fushshilat : 53)
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)


Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery’ pasti kenal dengan Mr.Jacques Yves Costeau. Ia seorang ahli oceanoghrafy dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke perbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumentasi tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat enak rasanya karena tidak bercampur/ tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya. 
    Fenomena ganjil itu membuat pusing Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berfikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khayalan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

    Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor Muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan ( surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez . Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan.. .”Artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing ” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.

Dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” artinya “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

...Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam, akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.







Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Bagaimanakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah mengingat mati dan membaca Al Qur'an.” 

Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Mexico. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah “sungai” di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.
Sebagian peneliti mengatakan, itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, nampak seperti sungai… luar biasa bukan? Lihatlah betapa hebatnya ciptaan Allah SWT.

Sumber Referensi :
1. Dari Ebook :
BUKTI KEBENARAN QURAN
AL-REHAILI, Abdullah M.
Bukti Kebenaran Quran / oleh Abdullah M. al-Rehaili. – Yogyakarta: Tajidu Press, 2003
160 hlm.
ISBN 979-3I89-01-8
Hak Cipta 2003 pada © Abdullah M. al-Rehaili
Judul AsliThis is The Truth, Newly Discovered Scientific Focts Revealed in the Quran & Authentic Hadeeth (Wolrd Supreme Council for Mosques Affairs Commission on Scientific Sign of Qur’an and Sunnah at Muslim World League Makkah al Mukarramah and Alharamain Islamic Poundation, Third Edition, Riyadh, 1999)

2.http://www.cenoteangelita.com/cenote_info.htm

3. Dari Berbagai  Sumber…:
http://ivandrio.wordpress.com/2010/03/07/subhanallah-ada-sungai-dalam-laut/ 
http://islam-kucinta.blogspot.com/2010/03/subhanallah-ada-sungai-dalam-laut.html
Sudah melalui proses pengeditan tanpa merubah makna oleh Rosadi.Hs.